belajar dari roman kehidupan, seperti dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan, sepasang yang selalu berdampingan, kapanpun, dimanapun...
saat melihat sinetron, kisah duka, reality show yang mengangkat kehidupan kaum dhuafa, kaum pedalaman yang masih banyak kekurangan disana sini, hati kita menangis, ikut merasakan duka yang mereka rasakan, menggugah empati dan simpati kita terhadap mereka, betapa kita yang jauh lebih beruntung dari mereka, dari situ kita bersyukur, Alhamdulillahirobbil'alamin, Ya Allah betapa karunia Mu tiada terkira telah kau limpahkan kepada kami...
saat melihat dagelan, kisah kisah lucu, parade, karnaval, hingar bingar pesta, kita tertawa ceria, lupa akan sesaat yang lalu kita dalam kesedihan...
Manusia itu memang mahluk yang cepat sekali berubah, bahkan dalam hitungan detik sekalipun, secepat itu pula bisa berubah, baru saja bilang iya, sedetik berikutnya, bisa langsung di ralat, tidaaaak......
dan sebaliknya, baru saja bilang tidak, sedetik kemudian, ya ya ya... :-D
jadi kesimpulannya, harmonisasikan 2 sisi mata uang, kadang muncul gambar kadang muncul angka, tak selamanya gambar terus atau angka terus, supaya serasi, selaras, seimbang... hidup tidak monoton, variatif, dinamis dan berwarna....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar